69 tahun
berlalu Bank Negara Indonesia atau BNI berdiri, dari dulu hingga kini BNI telah
tumbuh dan berkembang dengan banyak mengukir sejarah dan prestasi. BNI sebagai
salah satu penyedia jasa yang bergerak dibidang perbankan kini semakin tumbuh
subur dipenjuru nusantara. Kerja keras, kebijakan serta pengelola yang baik dan
komitmen yang diberikan, membawa BNI tumbuh menjadi bank dengan prestasi dan
reputasi yang membanggakan. BNI senantiasa melayani serta memberi kemudahan di
setiap langkah baik dalam bidang usaha, bidang pendidikan ataupun dibidang
lainnya yang tidak berhubungan yang dapat menggerakkan ataupun mempercepat
dalam pertumbuhan ekonomi nasional secara global pada umumnya.
Dari tahun ke
tahun BNI terus di kenal sebagai bank yang mempunyai banyak keunggulan dan
prestasi. Di era modern saat ini, peran BNI sangat strategis melalui fitur –
fitur dalam aplikasi yang dikembangkan sehingga dapat memberi kemudahan bagi
para nasabah untuk dapat melakukan berbagai transaksi baik dalam skala nasional
ataupun internasional. Secara luas, hampir diseluruh kabupaten / kota di
nusantara ini berdiri megah gedung – gedung kantor cabang BNI yang didirikan
sebagai wadah BNI dalam melayani setiap masyarakat di seluruh penjuru plosok negri
ini sebagai upaya untuk memperbaiki dan membangun ekonomi rakyat dari sabang
sampai merauke. Selain itu juga berdiri ATM BNI yang terdapat diberbagai tempat
di setiap kecamatan di kabupaten / kota yang senantiasa memberikan kemudahan
pada kita dalam setiap kegiatan untuk melakukan transaksi kapanpun dan
dimanapun kita berada. Banyakknya fasilitas dan kemudahan yang diberika serta
pelayanan yang baik tentunya menjadi kenyamanan tersendiri bagi kami sebagai
nasabah, sebagai harapan tentunya kedepan BNI akan terus berkembang serta selalu
meningkatkan kemampuan dalam memberikan solusi perbankan pada setiap nasabah.
Mungkin sampai
saat ini banyak yang tidak tahu baik dari kalangan remaja atau dewasa tentang
kiprah sejarah BNI berdiri, sekilas sejarah BNI menjadi salah satu bank
pemerintahan tertua di Indonesia yang berdiri pada 5 juli 1946, sampai saat ini
BNI terus berkembang dari masa ke masa. Di ulang tahun BNI yang ke 69 ini, BNI
semakin matang dalam membangun dan mengembangkan Indonesia kedepan kearah yang
positif. Sebagai bank yang unggul dan terkemuka, BNI senantiasa tetap terdepan
dalam memberikan layanan serta mengoptimalkan kenerja dalam setiap kegiatan
sesuai dengan visi yang harapkan.
Banyak hal
yang sudah di berikan BNI untuk negri ini, sampai saat ini BNI tetap menjadi
kepercayaan publik, prestasi yang kini diraih oleh BNI tidak perlu kita ragukan
lagi sebagai salah satu perbankan terbesar di Indonesia yang senantiasa
mengabdi pada negri ini, sehingga saat ini patut kita berikan apresiasi lebih
pada BNI 46 sebagai perbankan yangunggul dan professional. Banyaknya prestasi yang telah diraih di
berbagai penghargaan ataupun yang lainnya , tentunya semua itu tidak lepas dari
besarnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang telah diberikan, serta
kerja keras dari seluruh pemimpin dan keluarga besar BNI 46 yang hingga saat
ini senantiasa tetap komitmen dalam menciptakan tim yang solid, kuat dan kokoh
dalam memberikan pelayanan secara tulus di setiap kegiatan perbankan guna untuk
membangun Indonesia yang lebih baik dan sejahtera di masa depan.
Mahasiswa Teknologi Pangan FT Industri UPN ''Veteran'' Jawa Timur khadik_astro@yahoo.com
SETELAH
puluhan tahun tak mengunjungi ikon Kota Surabaya, belum lama ini saya
berkesempatan menginjakkan kaki di Kebun Binatang Surabaya (KBS).
Sebagai lokasi wisata murah, meriah, dan merakyat, sungguh saya dibuat
kaget dengan kondisi KBS.
KBS sejatinya bukan sekadar lokasi
wisata, idealnya bisa menjadi sekolah alam bagi wisatawan. Namun KBS
kian memprihatinkan, terutama setelah tersandera beragam masalah tanpa
pernah ada jalan keluar. Suasana KBS menjadi muram, dan puluhan satwa
menjadi korbannya. Dari 2010 hingga 2011 hampir 500 satwa menemui ajal
secara tak wajar.
Masyarakat hanya bisa prihatin melihat
perdebatan yang pernah usai para pihak yang masing-masing merasa paling
berhak 'menguasai' KBS. Kritikan, keprihatinan, hingga hujatan dari
berbagai pihak, baik dari dalam negeri hingga luar negeri tak mengubah
para pihak yang bersengketa.
Pada akhirnya, warga hanya berharap
agar KBS segera bebas dari sandera masalah internal demi kebaikan
bersama. Baik pada kelangsungan hidup satwa, pengelola KBS, dan warga
yang tetap membutuhkan wisata murah, meriah, dan merakyat ini. Semoga.
Oleh: M Khadik Asrori Mahasiswa FT Industri UPN Veteran Jawa Timur khadik_astro@yahoo.com
Memperingati hari pangan sedunia 16 Oktober, puluhan mahasiswa
Teknologi Pangan UPN Veteran Jatim turun jalan berorasi di Taman Bungkul
Surabaya. Kegiatan yang dipusatkan di Taman Bungkul Surabaya itu
didukung jajaran sivitas akademika UPN Veteran Jawa Timur.
Mengusung tema save our local food, himpunan mahasiswa teknologi
pangan (Himatepa UPN) itu berusaha menyosialisasikan mengonsumsi makanan
berbahan baku lokal. Tak sekadar berorasi, mahasiswa juga membagikan
jajanan lokal dan umbi-umbian kepada pengunjung Taman Bungkul.
Selain memberdayakan masyarakat mengonsumsi pangan lokal,
diharapkan peran aktif mereka memerangi dan menghentikan kebijakan
impor pangan yang merugikan produsen makanan lokal termasuk para petani.
Respons positif dilontarkan pengunjung Taman Bungkul yang berharap
aksi tersebut bisa terasa dampaknya mengingat kekayaan alam Indonesia
berlimpah dan disayangkan bila tidak dimanfaatkan maksimal. Termasuk
perubahan perilaku masyarakat Jawa Timur dengan mengonsumsi pangan lokal sehingga kegiatan ini tidak sia-sia. Siapa yang menyelamatkan pangan lokal kalau bukan kita?
Pembuatan medium dapat
dilakukukan dengan cara menimbang masing-masing komponen bahan kimia dengan
teliti, kemudian dicampur dan dilarutkan di dalam air, mengatur pH-nya,
dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan di sterilkan menggunakan autoklaf pada suhu
1210C (tekanan 15 Ib ) selama 15-20 menit.
Medium padat yang akan
diinokuasi dengan mikroba tertentu sebelum memadat harus didinginkan terlebih
dahulu sampai suhu menjadi 47-500C. Larutan media dalam bentuk
cairan panas ini siap untuk di proses lebih lanjut menjadi media agar dalam
petridisk, agar miring maupun agar tegak
Untuk menelaah
mikroorganisme di laboratorium, kita harus dapat menumbuhkan mereka.
Mikroorganisme dapat berkembang biak dengan alami atau dengan bantuan manusia.
Mikroorganisme yang dikembangkan oleh manusia diantaranya melalui substrat yang
disebut media. Untuk melakukan hal ini, haruslah dimengerti jenis-jenis nutrien
yang diisyaratkan oleh bakteri dan juga macam lingkungan fisik yang menyediakan
kondisi optimum bagi pertumbuhannya.
Alat-alat yang
digunakan dalam perkembangbiakan inipun harus disterilisasikan terlebih dahulu.
Hal tersebut dimaksudkan agar tidak ada mikroorganisme lain, yang tidak
diinginkan, tumbuh dalam media tersebut, sehingga dapat menghambat pertumbuhan
mikroorganisme yang akan dibiakkan dalam media tersebut.
Media
merupakan campuran dari beberapa zat-zat makanan untuk pertumbuhan mikroba dan
berfungsi sebagai nutrisi bagi mikroba tersebut. Media dibedakan berdasarkan
fase (sifat fisik media), yaitu media padat, media setengah padat, media cair,
dan berdasarkan komposisinya, yaitu media sintesis, media semi sintesis, dan
media non sintesis. Dari media tersebut, maka kita dapat mengetahui sifat dan
bentuk (koloni) dari mikroba.
1.2
Tujuan Praktikum
Tujuan
dilakukan percobaan inin adalah untuk membuat medium dan mengetahui komposisi
dari Nutrien Agar (NA), Potato Dextrose Agar (PDA), Touge Ekstrak Agar (TEA),
Nutrien Broth (NB), Potato Dextrose Broth(PDB) serta dapat mengklasifikasikan
berdasarkan fungsi, konsistensi, dan susunan kimia.
1.3
Manfaat
Untuk
mengetahui dan memahami secara langsung pertumbuhan mikroorgansime / pembiakan
mikroorganisme pada medium.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Mempelajari
pertumbuhan bakteri merupakan factor terpenting dalam menegetahui beberaa spek
fisiologis. Hal itu karena karateristik pertumbuhan mencerminkan kejadian
fisiologis suatu bakteri. Oleh karena itu dalam melakukan penelitian biasanya
para peneliti melakukan manipulasi pertumbuhan (misalnya menggunakan kutur yang
lama) untuk dapat mempelajari suatuaspek fisiologis (Tjahjadi, 2007)
Pertumbuhan
tidak selalu berhubungan dengan pembelahan. Banyak spesies bakteri bentuk
batang, disebabkan oleh karena banyak factor–factor ekstrogen, gagal
mengandakan pembelahan, walaupun pembelahan inti, petumbuhan dinding, membrane,
dan isi sel terus berlangsung. Hasilnya ialah bukan penambahan jumloah sel,
tetapi terbentuk filament yang panjang dan tidak tersekat. Pertumbuhan diartikan
penamabhan dan dapat dihubungkan dengan penamabahan ukuran, jumolah bobot,
massa dan banyak parameter lainnya dari suatu bantuk hidup. Penambahan ukuran
atau massa suatu sel individual biasanya terjadi pada pendewasaan (maturasi)
untuk kemudian dilanjutkan dengan cara pembelahan sel (Irianto, 2006)
Mikroorganisme dapat
ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat yang disebut medium. Medium
yang digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme tersebut
harus sesuai susunanya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang
bersangkutan. Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat
sederhana yang hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik
seperti gula. Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang
sangat kompleks yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks
lainnya. (Volk, dan Wheeler,1993 . Mikrobiologi Dasar Jilid 1).
Akan tetapi yang
terpenting medium harus mengandung nutrien yang merupakan substansi dengan
berat molekul rendah dan mudah larut dalam air. Nutrien ini adalah degradasi
dari nutrien dengan molekul yang kompleks. Nutrien dalam medium harus memenuhi
kebutuhan dasar makhluk hidup, yang meliputi air, karbon, energi, mineral dan
faktor tumbuh. (Mila Ermila, 2005, Penuntun Praktikum Mikrobiologi)
Berdasarkan konsistensi atau kepadatannya, medium dibagi menjadi tiga
jenis, yaitu :
·Medium cair/broth/liquid medium
Contoh : air pepton, nutrient broth, lactosa
·Medium setengah padat (semi solid medium)
Contoh : sim agar, cary dan brain agar
·Medium padat (solid medium)
Contoh : endo agar, PDA, Nutrient agar (Ani Murniati, 2000. Buku
Penuntun Praktikum Mikrobiologi)
Medium semi solid dan
solid menggunakan bahan pemadat (seperti amilum, gelatin, selulosa dan
agar-agar). Untuk medium padat/solid kita dapat menggunakan agar-agar dengan
kadar 1,5%-1,8%, dan pada medium semi solid kadarnya setengah dari medium
padat, sedangkan pada medium cair tidak diperlukan pemadat. (Mila Ermila, 2005,
Penuntun Praktikum Mikrobiologi)
Agar biakan bakteri
dapat dibuat, maka medium dan alat-alat yang diperlukan harus disterilisasi
sebelum inokulasi. Sterilisasi yaitu suatu proses untuk mematikan semua
organisme yang dapat menjadi kontaminan. Metode yang lazim digunakan untuk
mensterilisasikan media dan alat-alat ialah dengan pemanasan. Jika panas
digunakan bersama-sama dengan uap air disebut sterilisasi basah (menggunakan
autaklaf), sedangkan jika tanpa uap air disebut sterilisasi kering (menggunakan
oven). (Mila Ermila, 2005, Penuntun Praktikum Mikrobiologi)
Media buatan manusia dapat berupa:
Medium cair yang biasa dipakai ialah kaldu daging lembu sebanyak 3
gr dalam 1 liter air murni dan 5 g peptone. Peptone ialah protein yang
terdapat pada daging, air susu, kedelai, putih telur. Peptone N2 kaldu
berisi garam-garam mineral.
Medium kental (padat) biasanya menggunakan kentang yang di potong
serupa silinder untuk medium. Ada juga medium dari kaldu yang dicampur
dengan sedikit agar-agar. Agar-agar ialah sekedar zat pengental dan bukan
zat makanan bagi bakteri.
Medium yang diperkaya. Bakteri juga tumbuh pada dasar makanan.
Seperti, bakteri pathogen. Brucella abortus, mycobacterium tuberculosis, diplococcus
pneumoniae, memerlukan zat makanan tambahan berupa serum atau darah yang
tidak mengandung fibrinogen. Fibrinogen adalah zat yang menyebabkan darah
menjadi kental apabila keluar dari luka.
Medium yang kering dapat tersedia dalam bentuk serbuk kering
Medium yang sintetik berupa ramuan-ramuan zat anorganik yang
tertentu yang mengandung zat karbon dan nitrogen. bakteri autotrof dapat
hidup pada medium ini.
Medium sintetik berguna
sebagai medium dasar dalam penyelidikan macam-macam vitamin, asam amino dan
lain. Dan juga untuk membedakan Aerobacter aerogenes dari escheria coli. Media
yang hanya cocok untuk species-species tertentu dan tidak cocok untuk species
yang lain disebut medium selektif.
Dalam pembuatan media dapat digunakan 3 buah larutan peptone dengan pH
7,9 yang berfungsi untuk membantu pembiakan media. Larutan PCA (Potato
Clostirel agar) dengan menggunakan media bakteri dan larutan PDA (Potato
Dextrose Agar) dengan menggunakan tempe (kapang) dan tomat (Khamir). Pembuatan
media ini harus dipersiapkan selama 2-3 minggu (Diliello, 2002).
Pada pembuatan media
untuk berbagai macam organisme harus menggunakan bahan yang mengandung banyak
protein dangan berbagai konsentrasinya sehingga dapat menumbuhkan bakteri
(Stanier, 2001).
Komponen anorganik maupun organic merupakan substrat ataupun medium yang
baik bagi kehidupan mikroorganisme. Mikroorganisme penghuni tanah merupakan
campuran populasi dari protozoa (amoeba, flagllata, cilliata), bakteri
(clostridium, rhizobium), alga (ganggang) seperti alga biru, hijau dan jamur
terutama jamur bertingkat rendah seperti jamur lender, berbagai ragi, dan
berbagai phyromycetes dan ascomycetes (Dwijoseputro, 1998).
Pembuatan media Potato Dextrose Agar (PDA), kentang sudah ditimbang dan
direbus, dengan ukuran kentang 50,31 g dan agar 4,03 g. Disini menggunakan agar
untuk mengentalkan media. Ekstrak kentang dan agar disetir dan diatur suhu dan
pHnya. Sebelum dilakukan sterilisasi, media berawarna kuning, setelah
disterilisasi dalam autoklaf media berwarna kecoklatan dan didapat endapan
berwarna putih. Setelah didinginkan beberapa saat, media dapat ditanami bakteri
(Schegel, 1993).
Pembuatan media Nutrien Agar
(NA) menggunakan bahan utama beef ekstrak 5 g, peptom 3 g dan agar 3 g. Pada
awal pengamatan media Nutrien Agar, sebelum proses sterilisasi berwarna kuning,
setelah sterilisasi warna media menjadi agak coklat. Pada pembuatan media NA
ini ditambahkan pepton agar mikroba cepat tumbuh, karena mengandung banyak N2
(Dwidjoseputro, 1994). Agar yang digunakan dalam proses ini untuk
mengentalkan media sama halnya dengan yang digunakan pada media PDA yang juga
berperan sebagai media tumbuh yang ideal bagi mikroba (Schlegel, 1993).
Sterilisasi yang umum dilakukan dapat berupa:
·Sterilisasi secara fisik
(pemanasan, penggunaan sinar gelombang pendek yang dapat dilakukan selama
senyawa kimia yang akan disterilkan tidak akan berubah atau terurai akibat
temperatur atau tekanan tinggi). Dengan udara panas, dipergunakan alat
“bejana/ruang panas” (oven dengan temperatur 170o – 180oC
dan waktu yang digunakan adalah 2 jam yang umumnya untuk peralatan gelas).
·Sterilisasi secara kimia(misalnya
dengan penggunaan disinfektan, larutan alkohol, larutan formalin).
·Sterilisasi secara mekanik, digunakan untuk
beberapa bahan yang akibat pemanasan tinggi atau tekanan tinggi akan mengalami
perubahan, misalnya adalah dengan saringan/filter. Sistem kerja filter, seperti
pada saringan lain adalah melakukan seleksi terhadap partikel-partikel yang
lewat (dalam hal ini adalah mikroba) (Suriawiria, 2005).
BAB IV
HASIL PENGAMATAN
Dalam
praktikum Pembuatan Media Agar didapatlah hasilnya sebagai berikut :
·Nutrient broth ( NB) :
Warna kuning
·Nutrient agar ( NA):
·Potato dextrose agar (PDA):
·Plate count agar( PAC):
·Starch agar (SA):
Nama medium : Potato
Dextrose Agar (PDA) Potato dextrose agar (PDA) termasuk medium semi alamiah
karena tersusun atas bahan alami (kentang) dan bahan sintesis (dextrose dan
agar). PDA digunakan untuk menumbuhkan jamur. Fungsi bahan yang digunakan pada
medium PDA :
§Kentang : sumber karbon (karbohidrat), vitamin dan
energi.
§Dextrose : sebagai sumber gula dan energi
§Agar : Untuk memadatkan medium PDA.
§Aquadest : Untuk melarutkan agar, dextrose, dan
kentang.
Nama medium : Nutrient Agar (NA) Nutrient
agar (NA) termasuk medium semi alamiah karena tersusun atas bahan alami
(daging) dan bahan sintesis (pepton dan agar). PDA digunakan untuk menumbuhkan
semua mikroba.
Fungsi
bahan yang digunakan pada medium NA :
§Daging : sebagai sumber vitamin B, mengandung nitrogen
organik dan senyawa karbon.
§Pepton : sebagai sumber utama nitrogen organic dan
sumber nutrisi
§Agar : Untuk memadatkan medium NA.
§Aquadest : Untuk melarutkan agar, pepton, dan
daging.
BAB V
PEMBAHASAN
medium yang digunakan nutrient agar digunakan
untuk menambahkan bakteri dan plate count agar (PCA) digunakan sebagai medium
untuk menumbuhkan jamur. PCA ini jarang digunakan karena tidak spesifik dan
juga selain menumbuhkan bakteri, jamur juga ikut tumbuh. Jadi kita hendak salah
satu harus dilakukan dengan cara isolasi terlebih dahulu
Menurut Suryawiris (1986), salah
satu persyaratan untuk menumbuhkan mikrobia adalah tekanan osmose, hal ini
untuk dimasukkan karena dapat digunakan untuk medium yang padat yang tumbuh
didalam media tersebut adalah bakteri aerob (membutuhkan oksigen) oleh karena
itu dibutuhkan tegangan osmose agar bakteri dapat tumbuh diatas permukaan dan
memperoleh oksigen yang dibutuhkan untuk hidup.
Menurut Dwiseputro (1989 : 39),
mikroba adalah suatu mikroorganisme yang hidup dan melakukan aktivitas seperti
halnya makhluk hidup lainnya. Salah satunya mempunyai warna media yang tidak
disterilakan karena terdapat kemugkianan ada mikroorganisme yang menempel atau
yang terkontaminasi oleh mikroba yang ada diudara, angina atau yang ada didalam
media itu sendiri. Sedangkan yang telah mengalami sterilisasi tidak mengalami
sterilisasi tidak mengalami perubahan yang sangat berarti dan kemungkianan
untuk terkontaminasi juga sangat kecil karenasebagian mikroba yang ada
didalamnya sudah musnah karena mengalami pemanasan dengan suhu tinggi.
Media
pengencer berfungsi untuk mengencerkan konsentrasi nutrisi dan mengurai koloni
mikroorganisme yang bergerombol padat sehingga dapat di amati dan di ketahui
jumlah mikroorganisme secara spesifik dan untuk mendapatkan perhitungan yang
tepat.
Media-media yang dapat di gunakan dalam uji mikrobiologi ini antara
lain:
PCA (Plate Count Agar): Di gunakan sebagai media pertumbuhan
bakteri
PDA (Potato Dextrose Agar): Digunakan sebagai media pertumbuhan khamir
dan kapang
Pepton: sebagai bahan pengencer
BAB VI
KESIMPULAN
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan didapatlah kesimpulannya
sebagai berikut :
·Suatu media telah diketahui secara rinci komposisi
yang akan digunakan tersebut disebut dengan media sintetik.
·Media yang digunakan untuk menumbuhkan mikrobia Nutrient broth ( NB), Nutrient agar ( NA),
Potato dextrose agar (PDA), Plate count agar( PAC) ,Starch agar (SA)
·Media selektif (selective medium) /media penghambat
adalah media yang ditambah zat kimia tertentu yang bersifat selektif untuk
mencegah pertumbuhan mikroba lain sehingga dapat mengisolasi mikroba tertentu.
Syarat media adalah mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan
mikroba tersebut, mempunyai pH sesuai, tegangan permukaan dan tekanan osmose,
tidak mengandung zat penghambat. Contoh media selektif adalah SSA dan TCBS (
tidak disterilkan dalam autoklaf), Mac Conkey dan EMB ( disterilisasi dalam
autoklaf ).
DAFTAR PUSTAKA
Dwijoseputro.
1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan : Jakarta
Stanier.
1982. Mikrobiologi Dasar. Erlangga : Jakarta.
Tortora.
1992. Biologi Sel. Angkasa Bandung : Bandung.
Lay, et
al. 1992. Mikrobiologi Dasar. Gramedia : Jakarta.
Pelczar,
Michael. 1996. Dasar-Dasar. Mikrobiologi. Universitas Indonesia :
Jakarta.